Kamis, 05 Oktober 2017

Yuk Mengenal kompresi video MPEG-4 AVC Itu Seperti Apa?



Oke, kami semua telah biasa mendengar istilah MPEG. Lantas, untuk apa saya menulis soal MPEG-4, pakai embel-embel AVC pula? Faktor ini semata-mata sebab dengan MPEG-4 AVC ini kami sedang menjadi saksi munculnya suatu  andalan besar (baca : revolusi) dalam dunia digital video terkompresi bernilai tinggi, yang telah disahkan menjadi stsobatr internasional untuk digunakan di seluruh dunia.

Semuanya ini bermula dari lahirnya era multi media yang memungkinkan tayangan video dibangun dalam format digital. Kami tahu bahwa file video digital mempunyai ukuran tertentu yang dinamakan resolusi (dinyatakan dalam panjang x lebar), apakah 320 x 240 piksel, alias 640 x 480 piksel serta sebagainya. Terus besar resolusi video maka ukuran bidang foto yang bisa ditampilkan terus besar tetapi ukuran file video tersebut juga bakal terus besar. Tidak hanya resolusi, faktor bitrate alias bandwidth juga memegang peranan dimana nilai ini menentukan seberapa tak sedikit data yang diperlukan untuk memainkan file video tersebut per detik. Terus besar bitratenya maka terus tinggi nilai video digital tersebut. Resolusi yang besar ditambah bit rate yang juga tinggi membikin suatu  file video ‘mentah’ mempunyai ukuran begitu besar. Untuk itu ada faktor yang tak kalah penting dalam urusan video digital yaitu teknik kompresi video. Teknik ini adalah proses matematis kompleks yang berfungsi memperkecil ukuran video tetapi memberi hasil yang sebisa mungkin sama baiknya semacam video ‘mentah’ yang tak terkompresi. Idealnya kompresi yang baik sanggup memberi hasil yang sebaik mungkin dengan ukuran yang sekecil mungkin. Namun meski begitu, anda tetap bisa mencoba cara mengecilkan video di android hasil baca saya di www.android-seru.com.

Untuk meperbuat proses kompresi video, tak sedikit pihak telah turut memberi sumbangsih dengan mendesain codec mereka masing-masing. Sebagai codec stsobatr dunia dalam bidang video digital, selagi ini kami telah mengetahui MPEG yang dalam pelaksanaannya saat ini telah mencapai generasi MPEG-4. Walau demikian, codec stsobatr MPEG-2 yang dibangun tahun 1994 silam tetap tetap dipergunakan dengan cara luas baik untuk urusan video pada keping DVD ataupun stsobatr broadcast DVB. MPEG-2 sanggup memberbagi hasil video yang baik berkah teknik kompresi yang manjur dengan memanipulasi frame pada Group-Of-Picture (GOP) nya. Sebagai fotoan, pada format DVD yang selesaiolusi 720 × 576 piksel menggunakan kompresi MPEG-2 mempunyai bitrate kurang lebih 10 MBit/detik. Proses penyempurnaan codec MPEG ini telah melahirkan generasi MPEG-4 pada tahun 1999 serta menjadi pelengkap MPEG-2 untuk bidang multimedia berbasis internet serta perangkat genggam. Perkembangan selanjutnya dari MPEG-4 ini telah mencapai bagian ke-10 serta menjadi stsobatr baru yang dinamai MPEG-4 AVC (Advanced Video Coding) alias juga dikenal sebagai teknologi kompresi H.264 pada tahun 2003.

Apa saja kelebihan dari MPEG-4 AVC ini? Simak jawabannya berikut ini :

Pertama, MPEG-4 AVC sanggup memberi nilai yang sama baiknya semacam MPEG-2 dengan bitrate yang jauh lebih kecil dari MPEG-2. Efisiensi tinggi ini didapat berkah teknologi Scalable Video Coding. Dengan bitrate yang kecil berarti file size-nya juga menjadi kecil, sampai suatu  file video yang dibangun menggunakan MPEG-4 AVC hanya mempunyai file size seperempat dari video yang dibangun menggunakan MPEG-2. jadi sekeping DVD bisa menampung beberapa film yang dikompres menggunakan format MPEG-4 AVC dengan nilai yang tetap baik.

Kedua, MPEG-4 AVC menghasilkan foto yang lebih baik daripada MPEG-2 pada penggunaan bit rate yang rendah. Pada kompresi MPEG-2, nilai foto hanya bisa dipertahankan jika kami menggunakan opsi bit rate tinggi, serta begitu nilai bit rate diturunkan maka nilainya bakal langsung turun. Tetapi MPEG-4 AVC sanggup memberi nilai foto lebih baik pada bit rate rendah jadi tepat untuk ruang simpan yang terbatas semacam pada peranti genggam.
Tabel-1

MPEG-4 AVC dengan cara umum bisa memberbagi nilai foto yang lebih baik serta sanggup mengurangi artefak alias noise dampak proses kompresi. Teknik-teknik baru diperkenalkan disini untuk membenahi nilai foto, semacam Multi-picture inter-picture prediction, Lossless macroblock coding, Increased precision in motion estimation serta deblocking filter baru.

Selain itu, MPEG-4 AVC bisa diimplementasikan pada bermacam perangkat dengan beberapa format dari streaming melewati jaringan 3G selesaiolusi QCIF dengan 15 fps sampai full High Definition video selesaiolusi 1920 x 1080 dengan 60 fps. Oleh sebab itu format ini bakal bisa dinikmati oleh pengguna telepon genggam, internet, Set-top-boxes, sampai HD-DVD.

Berkat keunggulan format MPEG-4 AVC ini, bisa diprediksi nantinya format ini bakal menjadi pengganti MPEG-2 dalam HDTV digital. Faktor ini sebab pada jaringan terestrial (DVB-T) maupun kabel, bandwidth yang terdapat tak memadai untuk menyiarkan HDTV. Untuk setiap siaran hanya terdapat kurang lebih 4 Mbit/detik. Padahal MPEG-2 dalam resolusi high-definition membutuhkan 15 Mbit/detik. Bagi MPEG-4 AVC yang efisien, bandwidth selebar 4 Mbit/detik telah mencukupi untuk memberi tayangan nilai HD. Operator DVB bakal dihadapkan pada opsi apakah bakal menggunakan bandwidth yang ada untuk tetap menayangkan video digital selesaiolusi stsobatr dengan format MPEG-2 ataukah video digital HD dengan format MPEG-4 AVC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Waze, Aplikasi yang Wajib Dibawa Saat Melakukan Perjalanan

Aplikasi waze Saat kamu melakukan perjalan jauh tentu jika tidak paham dengan daerah yang akan kita tuju kita sebaiknya membawa orang y...